KONYOL

•November 21, 2009 • 1 Comment

Auw auw auw

Pagi tadi saya terpeleset di kamar sayahhhh sendiri

Uhmmm..

saya terpeleset TEPAT dicairan ’superpel’ di kamar

uhmm atw begini….

sepertinya bokong saya butuh operasi plastik, cedera, tadi pagi khan saya terpleset di kamar sendiri…

Dan hal pertama yang saya lakukan adalah…mengumumkannya di status facebook sayah

KONYOL

Perihal menjadi dewasa…

•November 21, 2009 • 1 Comment

apakah hanya karena seseorang bermain dengan boneka lantas dia di cap sebagai seorang yang tidak dewasa???

Saya mau cerita sedikit, ketika saya masih kecil, saya mati-matian untuk dianggap kalo saya sudah besar. Dan ketika memasuki usia 17 tahun, papa saya bilang “wah udah 17 udah dapat KTP, nanti kalo 18 urus KTP nya sendiri tuh” hohohohoho

Yah harapan papa tentu juga tidak jauh berbeda dengan harapan saya waktu itu

SAYA INGIN JADI ORANG DEWASA

SAYA INGIN JADI ORANG YANG BISA NGANDELIN KEMAMPUAN SENDIRI

*(dalam hati mikir ini makna dewasa??)*

Di hari itu pengertian dewasa saya simple, saya ingin diperlakukan seperti orang dewasa. Saya ingin bebas menentukan pilihan hidup saya hari itu. Saya mulai ga mau diatur. Saya menganggap otak saya cukup mampu mencari jalan keluar dari setiap masalah yang saya hadapi, jadi orang lain ga perlu repot. Kyaaaaaaaaaaa… di usia segitu saya mengartikan dewasa terlalu cepat bukan..:)

Namun sekarang saya sadar hari ini, dewasa itu punya arti yang luas. Bersikap dewasa bukan sekedar menyingkapi sebuah pilihan, bukan sekedar saya berani hidup jauh dari orang tua, bukan sekedar saya dapat mengurus KTP sendiri (hohoo sampai sekarang saya tidak pernah loh mengurus KTP sendiri) hahhahahha, bukan sekedar dari bagaimna saya berpakaian dan menganggukkan dagu di depan banyak orang. BUKAN!!!

Karena tidak ada suatu standar pasti ’untuk menilai seseorang itu dewasa atau tidak’. Tapi kenapa ketika ketika saya melalukan satu kesalahankonyol, orang lain bisa cepat menilai saya sebagai proibadi yang tidak dewasa….

KENAPA ???KENAPA?????

*sambil tereak-tereak kesel*

L

Lalu dewasa itu seperti apa?

:D

(Yang jelas dewasa itu punya arti yang luas. Bersikap dewasa bukan sekedar menyingkapi sebuah pilihan, bukan sekedar saya berani hidup jauh dari orang tua, bukan sekedar saya dapat mengurus KTP sendiri (hohoo sampai sekarang saya tidak pernah loh mengurus KTP sendiri) hahhahahha, bukan sekedar dari bagaimna saya berpakaian dan menganggukkan dagu di depan banyak orang. BUKAN!!) ulang 100x,,ck ck ck

Error mode on******

Ada Hubungan apa AC ama NyamuK..???

•November 19, 2009 • 1 Comment

Pernahkah kalian ingat soal iklan salah satu AC . Disitu dipromosikan sebuah AC, yang belakangan saya ketahui merupakan produk AC LG Terminator. Yang membuat saya terpikir apa hubungan nyamuk dengan AC…?? Karena diiklan tersebut mengecap bahwa produk tersebut adalah ”anti dengue”


Dimana hubungannya???

Jadi dari penelusuran saya…dengan bantuan mbah google…sampailah saya pada sebuah situs (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=41155) yang menerangakan bahwa Gelombang ultrasonik ternyata bisa membunuh serangga, salah satunya adalah nyamuk demam berdarah atau aedesaegypti.
Pancaran gelombang ini dengan kekuatan 30 KHz hingga 100 KHz secara terus-menerus dalam ruangan akan mengakibatkan terganggunya fungsi antena pada nyamuk yang berfungsi sebagai indra penerima rangsang.

Tidak puas sampai disitu akhirnya saya diam (loh kuq malah diem??!!!!)

Secara tidak sengaja akhirnya, setelah saya memutuskan tidak akan melakukan pencarian tentang kaitan nyamuk dan AC, saya menemukan sebuah bahasan dari majalah RDI edisi november(Reader Digest Indonesia) yang biasanya saya pasti beli setiap bulan. (hohooo, walaupun kere sekalipun…wakakkakaka). Di majalah tersebut sedikit dibahas dengan ringkas namun lebih detail.

Ternyata, Hasil dari AC keluaran LG itu terinspirasi dari wabah demam berdarah yang marak terjadi. Dan…akhirnya dengan bantuan fakultas kedokteran IPB dilakukanlah penelitian sehingga dihasilkan produk AC LG ini.

Dari penelitian yang dilakukan oleh fakultas kedokteran hewwan IPB ini, bahwa selama 24 jam, gelombang ultrasonik mampu membunuh 74% nyamuk aides aegypti. Pada ulasan yang diurai kan dalam majalah trsebut, juga menjelaskan hal yang sama seperti yang saya baca di situs indowebster, bahawa antena nyamuk yang menjadi indra perangsang nyamuk akan merasa terganggu dengan pancaran ultrasonik 30-100KHz secara terus menerus. HUHUHUHUHUU…..

AsmauL Husna..

•November 19, 2009 • 2 Comments

Sebenarnya…banyak hal yang saya tulis adalah dari bakat keisengan saya. Niat saya tidak muluk-muluk, tidak idealis juga. Karena saya menulis hanya untuk kesenangan saya sendiri. Postingan ini pun merupakan hasil dari keisengan saya mengingat-ingat. Kebetulan 2 hari lalu, telapak tangan saya perih, hal itu membuat …saya jadi sering memperhatikan telapak tangan (telapak tangan………xixiixixiixixixi. Dan tiba-tiba saya teringat sesuatu…..

Saya teringat cerita seorang guru agama saya, itu terjadi di saat saya masih duduk di kelas 6 SD. Waktu itu materinya uhmmm tentang asmaul husna. Asmaul Husna itu dapat diartikan sebagai nama-nama Allah. Yang saya ingat waktu itu, guru agama saya (Ibu Haasnah), dia bilang bahwa petunjuk jumlah asmaul husna itu sebenarnya telah ditunjukkan Allah, di telapak tangan. Di kedua telapak tangan kita nampak angka arab yang kalau dijumlahkan kedua angka dari kedua telapak tangan itu menjadi 99. Ayo perhatikannn… :) :)


shalat istikharah ^^

•November 16, 2009 • 1 Comment

 

Berawal dari sebuah keingin tahuan yang pada akhirnya lahirlah postingan hari ini. Hanya sekedar untuk berbagi apa yang saya dapatkan dari hasil penelusuran iseng-iseng..^^

Shalat Istikharah??? adalah shalat sunnat yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah oleh mereka yang berada diantara beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memilih. Spektrum masalah dalam hal ini tidak dibatasi. Seseorang dapat shalat istikharah untuk menentukan dimana ia kuliah, siapa yang lebih cocok menjadi jodohnya atau perusahaan mana yang lebih baik ia pilih. Setelah shalat istikharah, maka dengan izin Allah pelaku akan diberi kemantapan hati dalam memilih. (sumber: http://id.wikipedia.org)

Niatnya???
Ushalli sunnatal istikharah rak’ataini lillaahi ta’alaa.

Artinya: Artinya: “Aku niat shalat sunat istikharah dua rakaat karena Allah.”

Waktunya??? Pada dasarnya shalat istikharah dapat dilaksanakan kapan saja namun dianjurkan pada waktu sepertiga malam terakhir.

Caranya??? Shalat istikharah boleh dikerjakan dua rakaat atau hingga dua belas rakaat (enam salam). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca Surah Al-Kafiruun (1 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca 1 Surah Al-Ikhlas (1 kali). Ada pula bacaan lainnya, selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca ayat Al-Kursi (7 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca Surah Al-Ikhlas (11 kali). Setelah salam dilanjutkan do’a shalat istikharah kemudian memohon petunjuk dan mengutarakan masalah yang dihadapi. Sebuah hadits tentang do’a setelah shalat istikharah dari Jabir r.a mengemukakan bahwa do’a tersebut dapat berbunyi :

“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu”. (HR Al Bukhari)

Yupzz…terus terang ga puas rasanya, kemudian ada pertanyaan kecil dalam hati, tentang kenapa shalat istikharah dilakukan, benarkah bahwa penafsiran dari jawabannya shalat istikharah itu lewat mimpi, dsbnya. Akhirnya saya menemukan sebuah blog (http://abdurrosyid.wordpress.com) yang menulis tentang beberapa ‘kesalahpahaman soal shalat istikharah’. Berikut beberapa hal yang ditulis mengenai kesalahpahaman yang sering terjadi.

Pertama, banyak orang memahami bahwa sholat istikharah hanya disyariatkan ketika sedang bimbang atau ragu antara dua atau beberapa pilihan. Padahal ini tidak benar, sebab Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya: “Idzaa hamma ahadukum bil amr (Apabila salah seorang kalian menginginkan suatu perkara).” Dalam hadits ini, Rasulullah menggunakan kata ‘hamma’ (menginginkan) yang merupakan satu tingkatan dibawah ‘azama’ (bertekad), dan beliau tidak mengatakan: “Jika salah seorang kalian bimbang atau ragu…”

Dengan demikian, jika seorang muslim berkeinginan untuk melakukan sesuatu, dan tidak ada dua atau beberapa pilihan dihadapannya kecuali satu pilihan saja yang ingin ia lakukan, maka hendaknya ia melakukan istikharah mengenai keinginannya untuk melakukan sesuatu tersebut. Dan jika seorang muslim berkeinginan untuk meninggalkan sesuatu, maka hendaklah ia juga melakukan istikharah mengenai keinginannya meninggalkan sesuatu tersebut. Pendek kata, yang penting adalah bagaimana seseorang terlebih dulu memiliki keinginan, baru kemudian setelah itu ia ber-istikharah mengenai keinginannya tersebut.

Oleh karena itu, jika dihadapan seseorang terdapat dua atau banyak pilihan, maka hendaknya ia terlebih dahulu – setelah bermusyawarah dengan orang-orang yang dipandang lebih paham – menentukan satu pilihan. Baru setelah itu hendaknya ia ber-istikharah atas pilihannya tersebut. Jika meninggalkan semua pilihan juga termasuk pilihan, maka itu juga sebuah pilihan, yang jika sudah diputuskan hendaknya diistikharahi. Namun ada kasus-kasus tertentu, ketika seseorang dihadapkan pada dua atau beberapa pilihan, ia harus memilih salah satu dan tidak mungkin tidak memilih sama sekali. Dalam hal ini, hendaknya ia melakukan istisyarah (berembug), lalu menetapkan satu pilihan, dan setelah itu ber-istikharah.

Kedua, banyak orang memahami bahwa istikharah hanya dilakukan untuk urusan-urusan seperti jodoh, pergi keluar pulau (atau bahkan keluar negeri), dan urusan-urusan ‘besar’ lainnya. Padahal ini tidak benar. Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya: “Kaana yu’allimunaa al-istikharah fil umuuri kullihaa (Rasulullah saw telah mengajari kami – yakni para sahabat – untuk melakukan istikharah dalam segala urusan).” Dan Rasulullah saw tidak mengatakan: “dalam sebagian urusan” atau “dalam urusan-urusan penting”.

Kesalahpahaman ini menjadikan kebanyakan orang tidak gemar melakukan istikharah. Mereka akhirnya tidak melakukan istikaharah dalam masalah-masalah yang mereka anggap kecil, sepele, atau tidak penting.

Ketiga, kebanyakan orang memahami bahwa sholat istikharah haruslah sholat dua rakaat yang khusus (tersendiri). Padahal sebenarnya tidak demikian. Rasulullah saw bersabda dalam hadits beliau: “Falyarka’ rak’ataini min ghairil faridhah (Maka hendaklah ia sholat dua rakaat yang bukan sholat fardhu).” Kata-kata ‘dua rakaat yang bukan sholat fardhu’ bersifat umum (karena memang tidak ada pengkhususan), yang berarti meliputi pula sholat tahiyyatul masjid, sholat sunnah rawatib, sholat dhuha, sholat sunnah wudhu, sholat tahajjud, dan sholat-sholat sunnah lainnya. Meski demikian, kalau sholat dua rakaat tersebut hendak dilakukan secara khusus (tersendiri) juga tidak apa-apa.

Keempat, kebanyakan orang memahami bahwa mesti muncul perasaan lapang dada untuk melakukan apa yang kita inginkan, setelah dilaksanakannya istikharah. Ini juga tidak ada dalilnya. Karena istikharah pada dasarnya adalah ‘memasrahkan’ urusan kepada Allah, termasuk ketika seseorang kurang senang dengan urusan tersebut (sepanjang ia sudah menetapkannya sebagai pilihan). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal sesuatu itu buruk bagi kalian. Dan Allah Mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)

Pemahaman yang keliru ini menjadikan banyak orang tetap berada dalam keadaan bingung dan bimbang terhadap pilihannya, meski ia sudah melakukan istikharah. Bahkan tidak sedikit yang telah mengulang-ulang istikharahnya, namun tidaklah bertambah pada dirinya kecuali perasaan bingung dan bimbang karena ia tidak mendapatkan kelapangan dada untuk melaksanakan pilihannya. Padahal istikharah itu sejatinya justru dilakukan untuk menghilangkan kebingungan dan kebimbangan seperti itu.

Sebagian orang juga mengatakan bahwa berhasilnya istikharah adalah jika muncul perasaan ‘plong’ (yang diartikan persetujuan dari Allah) atau perasaan ‘mengganjal’ (yang diartikan ketidaksetujuan Allah). Ini juga tidak benar, maksudnya tidak harus. Sebab, tidak sedikit orang-orang yang telah melaksanakan istikharah dengan benar namun ia sama sekali tidak merasakan apa-apa.

Yang benar adalah, dengan istikharah Allah akan memudahkan dan menyampaikan seseorang pada pilihannya (jika Allah memandang pilihan tersebut baik baginya) atau Allah memalingkan dan menjauhkan seseorang dari pilihannya (jika Allah memandang pilihan tersebut tidak baik baginya). Saya rasa, inilah pemahaman yang tepat, sesuai dengan isi doa istikharah itu sendiri. Wallahu A’lam.

Kelima, banyak orang memahami bahwa setelah seseorang melakukan istikharah, ia mesti melihat mimpi yang memberi isyarat bahwa pilihannya itu benar, atau salah. Ini tidak ada dalilnya. Yang benar, sesudah melakukan istikharah, sebaiknya seseorang langsung bergegas menunaikan pilihannya sambil ‘memasrahkan diri’ kepada Allah. Adapun jika seseorang mendapatkan mimpi yang benar, yang memberikan isyarat bahwa pilihannya itu benar, maka itu adalah karunia dan petunjuk yang datang dari Allah. Namun jika ia tidak mendapatkan mimpi, tidak selayaknya ia urung menunaikan pilihannya dengan alasan menunggu mimpi.

Saya hanya berharap jika nanti shalat istikharah dilakukan, saya diberikan kemampuan untuk membedakan manakanh petunjuk dari Allah, manakah jawaban dari nafsu saya sebagai manusia semata, dan manakah bagian yang merupakan bagian dari bisikan setan. Semoga ketenangan itu saya memiliki.