Ali dan Uli Memilih…

•November 24, 2009 • 2 Comments

Namanya Ali

Uli adalah gadisnya…

Tiap hari…saat Ali sedih…Uli selalu menemani. Selalu menyediakan waktu. Begitu pun sebaliknya. Mereka saling mendukung, saling memuja dan saling mengkhawatirkan. Tapi Ali tidak pernah mencintai Uli. Uli sadar bahwa Ali tidak mencintainya…

Uli menikah…Dan tinggalah Ali sendiri.

Mereka masih berhubungan baik. Jauh dalam hati Uli menginginkan Ali mengakui keberadaanya. Entah untuk apa. Karena sesungguhnya keluarga baru Uli yang sekarang masih menjadi keluarga bahagia. Uli tauw bahwa suaminya adalah pria yang menyenangkan. Pria yang begitu membuat nyaman.

Ali menikah…Dan Datanglah UliDan aku yang tetap berdiri menyambut kedatangan Ali kembali ke atas pelaminan, karena aku adalah pengantin wanita di resepsi itu yang juga menyadari sesuatu, seperti mereka menyadarinya.

Di hari pernikahan itu Uli datang terlambat dengan kebaya cokelatnya dia berlari kecil di antara gerimis kecil hari itu. Uli melangkah menuju gedung acara resepsi pernikahan Ali. Di detik sebelumnya, Ali berharap cemas apakah Uli akan tetap datang di hari bahagianya. Ali khawatir terjadi sesuatu. Dan ketika wajah Uli muncul di depan pintu masuk gedung yang lebar, Ali berlari seoalah-olah teramat khawatir. Semua orang melihat mereka. Bahkan suami Uli yang berjalan di belakang Uli dan juga pengantin wanita di pelaminan acara itu. Semua melihat itu.

 

Dan aku yang tetap berdiri menyambut kedatangan Ali kembali ke atas pelaminan, karena aku adalah pengantin wanita di resepsi itu yang juga menyadari sesuatu, seperti mereka menyadarinya.

hidup itu hadiahh…

•November 23, 2009 • Leave a Comment

Akhir-akhir ini saya sering sekali mendengar orang-orang disekitar saya mengatakan

“saya stresss” atau “bete banget nih”

 

Dan saya pun adalah salah satu dari mereka. Sekarang, ketika sedang strezz, terkadang saya merasa tidak mampu untuk menyelesaikan masalah saya. Bahkan saya berpikir rasanya saya ingin terjun dari gedung paling tinggi di dunia. Wakakakkakakak (itu pikiran sesaat yang sangat emosional).

Tapi jauh dalam hati saya, saya tidak mau menjadi bagian dari orang-orang pengecut yang bunuh diri. Saya punya Tuhan. Dan saya yakin saya beriman pada Tuhan saya. Saya tidak akan lakukan bunuh diri karena Tuhan saya membenci tindakan seperti itu. Walalupun terkadang dengan angkuhnya saya berpikir, ”saya sudah mencoba semua yang harus saya lakukan kecualli mati”. Oh betapa..sombongnya saya *dongdongdong*.

 

Lalu apa yang saya lakukan???

Saya mulai mencari dan terus mencari titik terang dari masalah yang saya hadapi. Sambil mensyukuri apa yang sudah saya dapat selama hidup saya. Intinya dengan susah payah, sayah mencoba untuk berpikir positif, saya kurangi sikap-sikap menyalahkan orang lain. Saya tidak mau hanya melihat satu titik hitam di atas kertas putih. Maksud saya, saya tidak mau membiarkan satu bagian yang tidak memuaskan yang saya lihat dari orang lain, membuat saya menilai buruk orang lain. Apalagi jika sampai mengkambing hitamkan orang lain. Segala kesuksesan yang belum dicapai, berusaha saya lihat dari sisi lemahnya diri saya. Berusaha mengkoreksi diri saya. Yang jelas saya mau hidup karena hidup itu hadiah. Saya pikir tidak semua orang diberikkan kesempatan hidup sama seperti saya, padahal mereka menginginkan untuk hidup. Saya juga tidak tauw bagaimana hasilnya nanti.Sya belum tahu apakah hasil yang saya dapat sukses atau tidak.

Sayah tidak dapat membagi apapun, saya tidak dapat memberikan tips apapun pada siapun yang mengalami perasaan seperti saya. Saya hanya ingin bilang:

Berusahalah untuk hidup selagi kamu diberi kesempatan

 

Ps:jangan lupa berdoa juga penting ^^

KONYOL

•November 21, 2009 • 2 Comments

Auw auw auw

Pagi tadi saya terpeleset di kamar sayahhhh sendiri

Uhmmm..

saya terpeleset TEPAT dicairan ’superpel’ di kamar

uhmm atw begini….

sepertinya bokong saya butuh operasi plastik, cedera, tadi pagi khan saya terpleset di kamar sendiri…

Dan hal pertama yang saya lakukan adalah…mengumumkannya di status facebook sayah

KONYOL

Perihal menjadi dewasa…

•November 21, 2009 • 2 Comments

apakah hanya karena seseorang bermain dengan boneka lantas dia di cap sebagai seorang yang tidak dewasa???

Saya mau cerita sedikit, ketika saya masih kecil, saya mati-matian untuk dianggap kalo saya sudah besar. Dan ketika memasuki usia 17 tahun, papa saya bilang “wah udah 17 udah dapat KTP, nanti kalo 18 urus KTP nya sendiri tuh” hohohohoho

Yah harapan papa tentu juga tidak jauh berbeda dengan harapan saya waktu itu

SAYA INGIN JADI ORANG DEWASA

SAYA INGIN JADI ORANG YANG BISA NGANDELIN KEMAMPUAN SENDIRI

*(dalam hati mikir ini makna dewasa??)*

Di hari itu pengertian dewasa saya simple, saya ingin diperlakukan seperti orang dewasa. Saya ingin bebas menentukan pilihan hidup saya hari itu. Saya mulai ga mau diatur. Saya menganggap otak saya cukup mampu mencari jalan keluar dari setiap masalah yang saya hadapi, jadi orang lain ga perlu repot. Kyaaaaaaaaaaa… di usia segitu saya mengartikan dewasa terlalu cepat bukan..:)

Namun sekarang saya sadar hari ini, dewasa itu punya arti yang luas. Bersikap dewasa bukan sekedar menyingkapi sebuah pilihan, bukan sekedar saya berani hidup jauh dari orang tua, bukan sekedar saya dapat mengurus KTP sendiri (hohoo sampai sekarang saya tidak pernah loh mengurus KTP sendiri) hahhahahha, bukan sekedar dari bagaimna saya berpakaian dan menganggukkan dagu di depan banyak orang. BUKAN!!!

Karena tidak ada suatu standar pasti ’untuk menilai seseorang itu dewasa atau tidak’. Tapi kenapa ketika ketika saya melalukan satu kesalahankonyol, orang lain bisa cepat menilai saya sebagai proibadi yang tidak dewasa….

KENAPA ???KENAPA?????

*sambil tereak-tereak kesel*

L

Lalu dewasa itu seperti apa?

:D

(Yang jelas dewasa itu punya arti yang luas. Bersikap dewasa bukan sekedar menyingkapi sebuah pilihan, bukan sekedar saya berani hidup jauh dari orang tua, bukan sekedar saya dapat mengurus KTP sendiri (hohoo sampai sekarang saya tidak pernah loh mengurus KTP sendiri) hahhahahha, bukan sekedar dari bagaimna saya berpakaian dan menganggukkan dagu di depan banyak orang. BUKAN!!) ulang 100x,,ck ck ck

Error mode on******

Ada Hubungan apa AC ama NyamuK..???

•November 19, 2009 • 1 Comment

Pernahkah kalian ingat soal iklan salah satu AC . Disitu dipromosikan sebuah AC, yang belakangan saya ketahui merupakan produk AC LG Terminator. Yang membuat saya terpikir apa hubungan nyamuk dengan AC…?? Karena diiklan tersebut mengecap bahwa produk tersebut adalah ”anti dengue”


Dimana hubungannya???

Jadi dari penelusuran saya…dengan bantuan mbah google…sampailah saya pada sebuah situs (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=41155) yang menerangakan bahwa Gelombang ultrasonik ternyata bisa membunuh serangga, salah satunya adalah nyamuk demam berdarah atau aedesaegypti.
Pancaran gelombang ini dengan kekuatan 30 KHz hingga 100 KHz secara terus-menerus dalam ruangan akan mengakibatkan terganggunya fungsi antena pada nyamuk yang berfungsi sebagai indra penerima rangsang.

Tidak puas sampai disitu akhirnya saya diam (loh kuq malah diem??!!!!)

Secara tidak sengaja akhirnya, setelah saya memutuskan tidak akan melakukan pencarian tentang kaitan nyamuk dan AC, saya menemukan sebuah bahasan dari majalah RDI edisi november(Reader Digest Indonesia) yang biasanya saya pasti beli setiap bulan. (hohooo, walaupun kere sekalipun…wakakkakaka). Di majalah tersebut sedikit dibahas dengan ringkas namun lebih detail.

Ternyata, Hasil dari AC keluaran LG itu terinspirasi dari wabah demam berdarah yang marak terjadi. Dan…akhirnya dengan bantuan fakultas kedokteran IPB dilakukanlah penelitian sehingga dihasilkan produk AC LG ini.

Dari penelitian yang dilakukan oleh fakultas kedokteran hewwan IPB ini, bahwa selama 24 jam, gelombang ultrasonik mampu membunuh 74% nyamuk aides aegypti. Pada ulasan yang diurai kan dalam majalah trsebut, juga menjelaskan hal yang sama seperti yang saya baca di situs indowebster, bahawa antena nyamuk yang menjadi indra perangsang nyamuk akan merasa terganggu dengan pancaran ultrasonik 30-100KHz secara terus menerus. HUHUHUHUHUU…..